9 Februari 2009: Kereta Ekonomi, Monas, dan drama tersesat sampai ke Bekasi.
Saya berangkat dari Stasiun Poncol, Semarang, 9 Februari 2009 pukul 7 malam, bersama dua orang teman. Kami naik kereta ekonomi yang tiketnya hanya Rp33.000. Suka dukanya naik kereta ekonomi tentu banyak, tapi tidak perlu saya ceritakan di sini, pasti banyak yang sudah tahu.
Kami tiba di Jakarta saat subuh. Setelah turun di Stasiun Pasar Senen, kami sholat subuh dulu di musala stasiun. Karena masih gelap, kami memutuskan untuk duduk-duduk dulu. Ada yang mandi, ada yang ke toilet, dan sebagainya. Kami bergantian ke kamar mandi, sementara yang lain menjaga barang-barang agar tidak hilang.
Dokumentasi pribadi: Monas, Februari 2009.
Setelah puas berkeliling Monas, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal yang lokasinya tidak jauh dari sana. Kami tiba di Istiqlal sekitar pukul 11.00 WIB, lalu melanjutkan perjalanan ke Pulogadung menggunakan bus TransJakarta, karena lokasi tes berada di daerah tersebut.
"Setelah bertanya kepada beberapa penumpang, barulah kami sadar bahwa kami memang salah arah. Sayangnya, bus sudah masuk jalan tol dan tidak bisa menurunkan penumpang. Perjalanan hanya satu arah, dan arah bus itu ternyata ke Bekasi. Waduh, bisa gagal ikut tes kerja."
Mau tidak mau kami harus ikut sampai Bekasi. Kami tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan segera mencari bus lain menuju Pulogadung. Dalam perjalanan kembali, perasaan kami campur aduk karena waktu sudah sangat mepet. Masa sudah jauh-jauh dari Semarang ke Jakarta, lalu gagal ikut tes hanya karena tersesat?
Singkat cerita, kami tiba kembali di Pulogadung pukul 13.50 WIB. Waktu hanya tinggal lima menit. Saya pun memutuskan naik ojek. Kami akhirnya tiba tepat pukul 14.00 WIB di lokasi tes. Rasanya seperti adegan sinetron atau FTV, hehehe.
Selesai sholat, kami langsung mencari tempat tes. Ternyata, kami bertiga mendapat ruangan yang berbeda. Ketika saya masuk ke ruangan, peserta sudah banyak yang duduk. Saya satu-satunya yang datang terlambat. Tapi bersyukur, ternyata tes belum dimulai, masih tahap perkenalan antara peserta dan pengawas.
Alhamdulillah, kami bertiga lolos dalam tes tersebut.
Boleh juga tuch ceritanya, lanjutin y, sy menunggu, membaca perjalanan kisah sukses kalian di ibu kota tentunya...good luck
BalasHapusterima kasih sudah berkenan membaca oret2an saya ini, cerita yang lainnya dilanjutkan kapan2 saja kalau lagi nggak males nulis, hehehe
BalasHapusWah, ceritanya seru banget! 😄 Gaya penulisannya ringan dan terasa nyata, berasa ikut nyasar bareng di tengah hiruk-pikuk Jakarta.
BalasHapus