Tentang kerinduan yang membuncah di tanah Borneo dan penantian jadwal cuti yang tak kunjung pasti.
Berbicara soal cuti, selama hampir delapan bulan berada di Borneo, saya terakhir kali mengambil cuti saat libur Idul Fitri. Jika dihitung sejak itu, berarti saya sudah sekitar tiga bulan tidak pulang. Rasa rindu pun mulai membuncah, apalagi ada yang menanti kepulangan saya di rumah.
"Dulu di pertambangan, aturan cuti sangat tegas demi keselamatan kerja. Kini di proyek konstruksi, jadwal harus menyesuaikan ritme dan kondisi proyek. Meski begitu, semua tetap patut disyukuri."
Lalu, kapan saya akan mendapatkan giliran cuti? Jawabannya adalah setelah rekan saya yang saat ini sedang cuti kembali ke lokasi proyek. Setelah itu pun belum tentu saya bisa langsung berangkat, karena masih ada beberapa urusan proyek yang harus diselesaikan. Saya hanya bisa berharap agar bulan ini segera ada kejelasan. Perkiraan awalnya, setelah tanggal 10 November sudah ada kabar pasti, tetapi hingga kini belum ada informasi resmi. Sementara di rumah, ada yang terus menantikan kehadiran saya.
Lokasi kerja: Proyek pembangunan jembatan di atas Sungai Mahakam, Kutai Barat.
Di sinilah saya mencari nafkah, di sebuah proyek pembangunan jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Proyek ini direncanakan akan selesai dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2015.
Baiklah, sementara ini cukup sekian dulu pembaruan blog dari saya. Terima kasih kepada Anda semua yang telah berkenan singgah di blog sederhana ini dan meluangkan waktu untuk membaca catatan saya. Jangan sungkan untuk kembali berkunjung di lain kesempatan.
Mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan. Sudah hampir lima bulan saya tidak menulis di blog, jadi terasa cukup sulit untuk kembali merangkai kata demi kata menjadi paragraf yang enak dibaca.
Pretttt,,muleh,,muleh
BalasHapushahahaha, opo Yo?
BalasHapus