Cari Blog Ini

Senin, 09 Desember 2019

Jalan-Jalan ke Kota Tua Jakarta

 Senin, 09 Desember 2019

Hari Minggu, 8 Desember 2019. Hari itu suasana mess terasa cukup sepi. Biasanya mess tempat saya tinggal di Royale Residence II Tarumajaya, Bekasi cukup ramai karena banyak teman-teman yang tinggal di sana. Tapi hari itu kondisinya berbeda. Ada yang pulang kampung, ada juga yang pergi keluar karena urusan masing-masing.

Akhirnya di mess hanya tersisa saya dan satu teman saja, namanya Lutfi. Dari pagi sampai sekitar jam 10 kami hanya santai saja di mess tanpa kegiatan. Karena mulai bosan, akhirnya saya mengajak Lutfi untuk jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta. Kebetulan dia juga tidak ada rencana apa-apa hari itu, jadi langsung setuju.

Sekitar pukul 10 pagi kami berangkat dari mess menggunakan sepeda motor menuju Stasiun Kranji di Bekasi. Motor kami parkir di area sekitar stasiun, lalu perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta commuter line dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota.

Perjalanan dengan KRL dari Kranji menuju Jakarta Kota cukup lancar. Sekitar pukul 11.30 kami akhirnya sampai di Stasiun Jakarta Kota.

Sebelum mulai berkeliling kawasan Kota Tua, kami sempat mencari masjid terlebih dahulu untuk menunaikan sholat Dzuhur. Di sekitar stasiun memang ada sebuah masjid kecil yang letaknya agak menjorok ke dalam. Kami keluar dari area stasiun lalu berjalan sedikit ke arah parkiran motor, di situlah kami menemukan masjid tersebut.

Setelah sholat Dzuhur dan beristirahat sebentar, barulah kami berjalan menuju kawasan Kota Tua.

Tiba di Kawasan Kota Tua

Dari stasiun kami berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua. Suasana di area ini selalu terasa hidup dengan banyaknya pengunjung yang datang. Ada yang sekadar berjalan-jalan santai, berfoto dengan latar bangunan tua, hingga menyewa sepeda ontel warna-warni yang memang menjadi salah satu ciri khas di tempat ini.

Tidak lama kemudian kami sampai di halaman Museum Fatahillah, yang bisa dibilang merupakan pusat keramaian di Kota Tua. Di sinilah biasanya para wisatawan berkumpul menikmati suasana khas kawasan bersejarah ini.

Berkeliling di Museum Fatahillah

Kami memutuskan untuk masuk ke Museum Fatahillah agar bisa melihat-lihat sejarah yang ada di dalamnya. Bangunan museum ini dulunya merupakan balai kota Batavia pada masa pemerintahan Belanda.

Di dalam museum terdapat banyak koleksi yang menceritakan sejarah perkembangan Kota Jakarta sejak masa Batavia. Ada berbagai benda peninggalan sejarah, lukisan, peta lama, hingga diorama yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Kami berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain sambil membaca beberapa keterangan yang tersedia. Selain itu saya juga sempat mengambil beberapa video di dalam museum untuk dijadikan bahan konten di channel YouTube saya.

Setelah cukup lama berkeliling dan merasa puas melihat-lihat isi museum, kami akhirnya keluar kembali ke halaman depan.

Mampir ke Museum Bank Indonesia

Karena waktu masih cukup banyak, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Museum Bank Indonesia yang lokasinya tidak jauh dari Museum Fatahillah. Tinggal berjalan kaki beberapa menit saja sudah sampai.

Bangunan museum ini juga sangat menarik karena merupakan bangunan tua peninggalan masa kolonial yang masih terawat dengan baik. Di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai sejarah perbankan di Indonesia.

Kami kembali berkeliling melihat berbagai koleksi yang ada di sana. Mulai dari sejarah sistem keuangan di Nusantara, perkembangan bank di Indonesia, hingga berbagai koleksi uang kuno yang pernah digunakan pada masa lalu.

Beberapa bagian museum juga dilengkapi dengan layar interaktif dan diorama yang menjelaskan perjalanan ekonomi Indonesia dari masa ke masa. Jadi selain melihat-lihat, pengunjung juga bisa belajar banyak hal tentang sejarah keuangan di negara kita.

Sore Hari ke Monas

Setelah selesai berkeliling di Museum Bank Indonesia, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 3 sore. Karena masih ada waktu, kami memutuskan untuk sekalian pergi ke Monas.

Kami kembali menuju Stasiun Jakarta Kota dan naik KRL menuju Stasiun Juanda, yaitu stasiun yang letaknya tidak jauh dari Masjid Istiqlal dan kawasan Monas.

Sesampainya di sana, kami terlebih dahulu mampir ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan sholat Ashar. Setelah sholat, barulah kami berjalan kaki menuju kawasan Monas.

Sekitar pukul 4 sore kami sudah sampai di pelataran Monas. Sebenarnya saya punya rencana untuk naik ke puncak Monas, karena meskipun sudah beberapa kali datang ke sini, saya belum pernah sekalipun naik sampai ke atasnya.

Namun setelah mencoba mencari informasi di loket, ternyata penjualan tiket untuk naik ke puncak sudah ditutup karena waktu sudah terlalu sore. Akhirnya rencana untuk naik ke atas Monas harus ditunda lagi.

Walaupun begitu kami tetap menikmati suasana sore di area Monas. Duduk santai di pelataran sambil melihat suasana sekitar yang cukup ramai oleh pengunjung.

Menjelang pukul 5 sore kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Perjalanan hari itu memang tidak direncanakan sebelumnya, tapi justru karena spontan itulah rasanya jadi lebih menyenangkan.

Setidaknya hari Minggu yang tadinya terasa membosankan di mess berubah menjadi perjalanan kecil yang cukup seru ke Kota Tua Jakarta dan Monas.

logoblog

Thanks for reading Jalan-Jalan ke Kota Tua Jakarta

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar