Cari Blog Ini

Sabtu, 27 Desember 2014

Perjalanan Sore ke Pantai Manggar Balikpapan

 Sabtu, 27 Desember 2014

Hari ini, 27 Desember 2014 saya masih berada di Balikpapan. Sebenarnya lokasi kerja saya sehari-hari ada di Melak, Kutai Barat. Namun karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan, saya ditugaskan untuk mengurusnya di kantor cabang Balikpapan. Jadi untuk beberapa hari ini, saya tinggal di mess kantor yang berada di kawasan Jalan Besakih IX, Balikpapan Regency.

Mess itu memang khusus dipakai kalau ada tugas di Balikpapan. Penghuninya hanya kami berdua: saya dan Aan Faozi, driver kantor. Kalau urusan sudah selesai dan kami kembali ke proyek di Melak, mess itu kembali kosong, menunggu penugasan berikutnya. Jadi suasananya memang sederhana dan sepi, hanya dipakai seperlunya saja.

Seharian tadi cukup sibuk dengan berbagai urusan administrasi dan koordinasi. Lumayan menguras tenaga juga. Tapi menjelang sore, pekerjaan sudah hampir selesai. Waktu menunjukkan sekitar pukul tiga lewat, dan suasana mulai terasa lebih santai.

Karena masih ada waktu luang, muncul ide sederhana: daripada hanya diam di mess, kenapa tidak sekalian jalan-jalan sebentar? Pilihan akhirnya jatuh ke Pantai Manggar Segarasari.

Sekitar pukul 4 sore, kami berangkat dari mess di Jalan Besakih IX. Jarak menuju Pantai Manggar kurang lebih sekitar 20 kilometer. Dengan kondisi lalu lintas sore itu yang cukup lancar, perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Tidak terasa lama karena kami menikmati saja suasana sore di dalam mobil. Angin masuk lewat jendela, dan semakin mendekati kawasan pantai, udara mulai terasa lebih lembap dengan aroma laut yang khas.

Saat tiba di Pantai Manggar, suasananya pas sekali. Tidak terlalu ramai, tapi juga tidak sepi. Langit sudah mulai berubah warna menjadi jingga keemasan. Matahari perlahan turun, cahayanya memantul di permukaan air laut.

Kami turun dari mobil dan berjalan pelan menuju bibir pantai. Pasirnya lembut, anginnya cukup kencang tapi menyegarkan. Suara ombak terdengar jelas, ritmis dan menenangkan. Rasanya semua lelah setelah seharian bekerja seperti ikut tersapu angin laut sore itu.

Kadang memang momen sederhana seperti ini yang justru paling berkesan. Di tengah tugas kantor yang serius, ada jeda singkat yang memberi ruang untuk bernapas. Sore itu di Pantai Manggar bukan sekadar jalan-jalan, tapi semacam hadiah kecil di sela tanggung jawab pekerjaan.

Dan menjelang magrib, ketika langit semakin gelap, kami pun bersiap kembali ke mess—yang malam itu kembali sunyi, hanya dihuni dua orang perantau yang sedang menjalankan tugas.

logoblog

Thanks for reading Perjalanan Sore ke Pantai Manggar Balikpapan

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar