Cari Blog Ini

Selasa, 29 Mei 2012

Cara Mudah Membagi Zona Waktu

 Selasa, 29 Mei 2012

Beberapa waktu lalu, sebelum isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mencuat, media massa sempat diramaikan oleh rencana penyatuan zona waktu di Indonesia. Wilayah Indonesia yang saat ini terbagi menjadi tiga zona waktu rencananya akan disatukan menjadi satu zona waktu tunggal, yakni GMT+8 atau setara dengan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Ide ini kabarnya digulirkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa. Namun, diskursus ini perlahan meredup seiring dengan dominasi pemberitaan terkait polemik harga BBM.

Pasca-pembatalan rencana kenaikan harga BBM, fokus publik beralih pada kontroversi rencana konser Lady Gaga yang sangat menyita perhatian. Hampir seluruh lini media massa terfokus pada isu ini, hingga masyarakat yang awalnya awam menjadi sangat mengenal sosok tersebut. Fenomena ini seolah menjadi trending topic yang menenggelamkan isu-isu krusial lainnya, termasuk persoalan korupsi yang tengah melanda tanah air. Pada akhirnya, konser tersebut pun batal digelar.

Kini, pemerintah kembali mengangkat wacana penyatuan zona waktu yang ditargetkan mulai berlaku pada 28 Oktober 2012. Merujuk pada laporan VIVA.co.id, Indonesia tercatat telah melakukan sembilan kali perubahan zona waktu sepanjang sejarahnya. Hal ini memicu pertanyaan kritis: mengapa perubahan ini dilakukan berulang kali? Jika penyatuan zona waktu kali ini didasari alasan percepatan ekonomi, mengapa sembilan kali perubahan sebelumnya belum mampu membawa posisi Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya?

"Selama sistem birokrasi pemerintahan belum berbenah, kemakmuran sulit tercapai. Korupsi ada di mana-mana dan masyarakatlah yang menjadi korbannya. Dibutuhkan ketegasan hukum, termasuk sanksi maksimal, guna menekan angka korupsi di Indonesia secara signifikan."

Kembali pada persoalan penyatuan zona waktu, berikut adalah tinjauan sederhana mengenai pembagian waktu yang lazim digunakan sebagai acuan global:

Secara geografis, bumi berbentuk bulat. Berdasarkan prinsip dasar geografi, pembagian zona waktu ditentukan melalui penetapan satu titik acuan universal, yakni Greenwich Mean Time (GMT) di Inggris. Dari titik nol ini, lingkaran bumi dibagi menjadi 24 bagian yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan. Setiap garis bujur melambangkan selisih waktu satu jam, sehingga tercipta harmonisasi waktu global yang seimbang.

Namun, jika kita meninjau kondisi saat ini, pembagian waktu seringkali terasa tidak sinkron dengan posisi geografis. Sebagai contoh, Singapura menggunakan GMT+8, sementara Kalimantan Barat yang posisinya berada di sebelah timur Singapura justru menggunakan GMT+7. Mengingat matahari terbit dari timur, secara logika daerah yang lebih dulu menyambut fajar seharusnya memiliki catatan waktu yang lebih awal. Harapannya, pertimbangan mendasar seperti ini dapat menjadi perhatian dalam pengambilan kebijakan publik ke depan.

logoblog

Thanks for reading Cara Mudah Membagi Zona Waktu

Previous
« Prev Post

4 komentar:

  1. Hahahaha...
    Masuk akal ya yg pernah gw komen dolo...
    ^_*

    BalasHapus
  2. iya bos, tapi kalo komen dikasih nama ya, jangan pake anonim, hehehe

    BalasHapus
  3. mantab gan. Tp jam ku di ruang tamu dan kamarku selisih 5 menit gan. Gimana itu gan? Apa perlu ke grandwit gan? Hakhak...

    BalasHapus
  4. terserah gan, sak geleme wae lah, hahaha

    BalasHapus