Refleksi pajak dan realita jalan rusak di jalur Blora - Semarang.
Korupsi semacam ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga berdampak nyata pada ketimpangan pembangunan. Saat melakukan perjalanan dari Blora menuju Semarang beberapa waktu lalu, saya menemukan banyak ruas jalan dalam kondisi rusak berat. Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, jalan berlubang dalam berbagai ukuran—bahkan ada yang mencapai kedalaman 50 sentimeter. Jika kondisi ini dibiarkan, kerugiannya akan terus menumpuk. Mulai dari kendaraan rusak, waktu terbuang, hingga potensi kecelakaan yang meningkat karena harus melintasi kubangan dan jalan berlumpur.
Di Kecamatan Ngaringan, Grobogan, saya juga menjumpai jembatan yang ambrol dan belum diperbaiki, padahal sudah hampir satu tahun. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana larinya uang pajak yang setiap tahun kita bayarkan? Jika pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa saja timpang dan terbengkalai, bagaimana dengan kondisi di luar Jawa? Apakah warga di daerah pelosok bisa menikmati layanan dan fasilitas yang layak?
Realita ini menunjukkan bahwa pengelolaan pajak dan dana publik masih jauh dari kata transparan dan merata. Pemerintah daerah, khususnya di tingkat kabupaten, harus segera bertindak untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik—mereka adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika mereka rusak, yang terganggu bukan hanya aktivitas harian, tapi juga hak dasar rakyat atas pembangunan yang adil.
Jembatan antar kota yang menghubungkan Kabupaten Blora - Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan sudah ambrol hampir satu tahun tak kunjung diperbaiki.
Jalan luar Purwodadi yang menghubungkan Purwodadi - Semarang hancur lebur, namun pemerintah daerahnya seakan tutup mata.
ah...dijawa jalan rusak dikit aja ribut.main ke kalimantan dan sulawesi atau papua sana..
BalasHapusDi Kalimantan malah parah, saya juga bermukim di Kalimantan. Makanya ditulisan saya tersebut saya sampaikan, kalau di Jawa saja pembangunan sudah tidak merata, apalagi yang diluar Jawa?
BalasHapus