Cari Blog Ini

Senin, 28 Juni 2010

Kenapa Lagu Anak-Anak Menghilang?

 Senin, 28 Juni 2010
Opini Publik / Refleksi Sosial

Menagih ruang untuk dunia anak: Keprihatinan atas hilangnya lagu anak-anak di layar kaca.

Saat ini saya sangat sulit menemukan lagu anak-anak ditayangkan di televisi. Meskipun saya bukan lagi anak-anak, ada keprihatinan yang mendalam melihat bagaimana generasi sekarang tumbuh tanpa mengenal lagu-lagu yang sesuai usia mereka.

Dulu, ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap Minggu pagi televisi ramai menayangkan acara lagu anak-anak. Bahkan setiap sore sekitar pukul 14.30 WIB, ada acara musik khusus untuk anak-anak yang menjadi tontonan menyenangkan dan mendidik.

"Anak-anak yang seharusnya berada dalam dunia polos dan ceria, justru dijejali lagu-lagu bertema percintaan. Seolah mereka dipaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya."

Keadaan sekarang sangat berbeda. Hampir di setiap waktu—pagi, siang, sore, bahkan malam—anak-anak disuguhi acara musik yang jelas ditujukan untuk orang dewasa. Ini memunculkan keprihatinan karena anak-anak yang seharusnya berada dalam dunia polos dan ceria, justru dijejali lagu-lagu bertema percintaan. Seolah mereka dipaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya. Namun, mengapa hal sepenting ini tampaknya luput dari perhatian banyak pihak?

Dari pengamatan saya, ada dua stasiun televisi nasional yang secara terang-terangan menampilkan pola semacam ini. Mereka menghadirkan program yang diklaim untuk anak-anak, namun isinya penuh lagu dewasa, terutama lagu cinta. Anak-anak pun dengan fasih menyanyikannya. Bahkan penampilan mereka, termasuk gaya berpakaian, sudah menyerupai orang dewasa. Ini bukan lagi soal hiburan, tapi soal identitas dan arah tumbuh kembang anak yang mulai bergeser.

Salah satu stasiun televisi nasional lainnya juga menayangkan acara musik setiap pagi secara langsung dari sebuah pusat perbelanjaan. Jika kita perhatikan, penontonnya justru remaja usia sekolah. Pertanyaannya, mengapa mereka berada di sana pada jam-jam sekolah? Siapa yang membiarkan dan siapa yang bertanggung jawab atas situasi ini?

Menurut analisis saya, pihak-pihak yang terlibat dalam produksi acara lebih mengutamakan kenaikan rating dan keuntungan dari sponsor. Aspek pendidikan dan perkembangan mental anak-anak diabaikan. Tayangan yang tidak sesuai dengan usia penontonnya bisa menjadi pemicu munculnya berbagai masalah sosial, termasuk kekerasan, pergaulan bebas, hingga pemahaman keliru tentang hubungan antar lawan jenis. Dunia anak-anak menjadi buram karena mereka tidak lagi disuguhi tayangan yang mewakili dunianya sendiri.

"Saya percaya anak-anak akan merasa senang dan lebih terhubung dengan dunia mereka sendiri. Semoga masih ada ruang untuk menghadirkan kembali masa kecil yang layak bagi mereka."

Saya ingin mengajak para pelaku industri televisi untuk berpikir ulang. Cobalah menghadirkan satu program musik anak-anak yang ditayangkan seminggu sekali, dengan konten dan kemasan yang sepenuhnya sesuai dengan usia mereka. Saya percaya anak-anak akan merasa senang dan lebih terhubung dengan dunia mereka sendiri. Semoga masih ada ruang untuk menghadirkan kembali masa kecil yang layak dan menyenangkan bagi mereka.

logoblog

Thanks for reading Kenapa Lagu Anak-Anak Menghilang?

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Hai…Nama saya Zepe
    Saya memiliki banyak koleksi lagu pendidikan anak .
    Beberapa menggunakan bahasa Inggris.
    Sudah ada 30 an lagu dan sudah dipakai di Paud dan TK seluruh Indonesia.
    Kalau anda butuh lagu anak-anak anda bisa
    Klik: http://www.lagu2anak.blogspot.com

    BalasHapus