Dari Jepara menuju Blora: Potret realita jalan raya dan pentingnya kesadaran diri.
Kalau teman-teman punya ide kreatif, usulan menarik, atau tulisan yang layak dibagikan, silakan kirimkan ke email saya. Nanti akan saya posting di blog ini sebagai bagian dari semangat berbagi.
Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita perjalanan. Pada 26 November 2009 lalu, saya melakukan perjalanan dari Jepara menuju Blora. Sepanjang jalan, banyak peristiwa menarik yang saya temui. Beberapa saya dokumentasikan dalam bentuk foto.
Salah satunya terjadi di perbatasan Kudus–Pati. Sebuah truk gandeng mengalami patah as roda dan sempat menimbulkan kemacetan. Untungnya, kemacetan tidak terlalu parah dan lalu lintas bisa segera diatasi.
Insiden truk gandeng patah as roda di perbatasan Kudus–Pati.
Peristiwa lain terjadi saat memasuki kawasan Pati. Saya melihat seorang pengendara sepeda motor membawa barang bawaan yang jauh melebihi kapasitas kendaraan. Jika mengacu pada aturan lalu lintas, hal ini jelas melanggar—karena dimensi muatan melebihi lebar kendaraan. Namun kenyataannya, si pengendara tetap melaju tanpa masalah, meski berada di jalur pantura yang padat.
Potret pengendara motor dengan muatan melebihi kapasitas di jalur Pantura.
Lalu siapa yang seharusnya bertindak? Polisi atau kita sebagai pengguna jalan? Menurut saya, perubahan sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Mengubah kebiasaan buruk masyarakat memang tidak mudah, tapi kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?
Yuk, mulai dari diri sendiri. Kita bisa berubah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar