Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, tepat ketika semua penghuni keluar untuk salat. Pelaku memanfaatkan situasi kosong ini dan berhasil masuk dengan cepat tanpa diketahui siapa pun. Ketika teman-teman kembali dari masjid, mereka langsung menyadari ada barang-barang yang hilang.
Enam kader tercatat menjadi korban dalam peristiwa ini. Mustain kehilangan uang sebesar Rp500.000. Robit Fuada kehilangan ponsel Nokia 1100 dan uang tunai Rp85.000. Sigit Ariyasa kehilangan ponsel N-Gage dan Rp50.000. Selain itu, Munir kehilangan HP Nokia 1100, Rahmad Tri Santoso kehilangan HP Nokia 2300, dan Sangidun kehilangan uang sebesar Rp75.000. Total kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Sebagai penghuni lama yang sudah tinggal di wisma sejak 25 Juni 2006, saya merasa prihatin karena ini bukan pertama kalinya markas kami dibobol. Ini adalah kejadian ketiga yang saya alami selama tinggal di sini. Polanya pun mirip—selalu terjadi saat penghuni sedang tidak berada di tempat, terutama saat salat Jumat.
Dari keterangan beberapa teman, dugaan sementara mengarah pada kelalaian dalam mengunci pintu sebelum pergi salat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua. Keamanan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, apalagi di lingkungan seperti wisma yang menjadi pusat kegiatan organisasi.
Melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan seluruh kader PMII Galang Sewu agar lebih waspada dan disiplin dalam menjaga keamanan markas. Jangan sampai kelalaian kecil membuka peluang bagi kejadian serupa terulang kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar