Pembukaan kegiatan berlangsung pada 16 Mei sore. Peserta dan panitia diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB dan tiba di lokasi menjelang Magrib. Setelah salat berjamaah dan makan malam, acara dilanjutkan dengan istighosah dan tausiah yang disampaikan oleh Gus Novan, putra dari Gus Nuril. Tausiah malam itu mengangkat tema nasionalisme, mengingatkan kader akan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini untuk menangkal pengaruh asing.
"Jika kondisi ekonomi Indonesia terus semrawut seperti sekarang, bukan tidak mungkin dalam sepuluh tahun ke depan negara ini hanya tinggal nama," ungkap Gus Novan dalam tausiahnya.
Setelah sesi tausiah, acara malam ditutup dengan malam keakraban berupa bakar jagung yang telah menjadi tradisi PMII Galang Sewu. Kegiatan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Beberapa peserta menghabiskan waktu di luar pondok, salah satunya mengunjungi warnet untuk menyelesaikan tugas kuliah.
Esok harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan presidium sidang. Presidium sementara ditunjuk untuk memfasilitasi pemilihan presidium tetap. Hasilnya, terpilih tiga presidium dari semester dua dan empat. Sidang kemudian berlanjut pada agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masing-masing departemen, termasuk dari Departemen Pengembangan Wacana dan Pers.
Malam hari menjadi momen penting dalam sidang komisi. Pembahasan alot terjadi dalam menyusun Struktur Organisasi (STO) baru untuk periode 2008–2009. Sidang berlangsung hingga pukul 00.30 WIB, lebih cepat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Agenda terakhir pada Minggu pagi adalah pembahasan tata tertib dan pelaksanaan pemilihan ketua PMII Galang Sewu. Lima calon mencalonkan diri, yakni Mustain, Supirso, M. Imron, M. Alwi Umar, dan Tri Sutrisno. Hasil pemilu putaran pertama menunjukkan Mustain dan Tri Sutrisno tidak memperoleh suara. M. Imron unggul dengan 17 suara, disusul Supirso dua suara, dan Alwi Umar satu suara.
Putaran kedua kembali digelar sesuai tata tertib, diiringi orasi dan sesi tanya jawab. M. Imron kembali menang mutlak dengan 15 suara, mengukuhkannya sebagai Ketua PMII Galang Sewu periode 2008–2009.
Berakhirnya RTK ini menandai pula berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Ketua departemen lama menyerahkan tongkat estafet kepada kader baru yang siap melanjutkan perjuangan. Tema RTK tahun ini, "Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur," menjadi semangat kader untuk terus berjuang secara dinamis, agamis, nasionalis, dan profesional.
"Kini tugasku kembali ke kampus, menyelesaikan tugas akhir. Tapi pengalaman di PMII tak ternilai—tak akan pernah dimiliki mereka yang hanya berkutat di K3: kampus, kos, kantin," ujar salah satu kader.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan satu abad Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1908–2008. Semangatnya senada: Merdeka Bangsaku, Bangkitlah Negeriku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar